Membuka Cakrawala Sejarah Perkembangan Islam

Ilustrasi sejarah perkembangan islam

Sejarah perkembangan Islam senantiasa menjadi topik hangat ketika mengkaji tentang Islam. Sejarah perkembangan Islam tidak lepas dari perkembangan Islam dari tahun ke tahun yang mengalami peningkatan di setiap negara di dunia ini. Islam menjadi salah satu agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia.

Sesuai dengan makna kalimat “Islam rahmat bagi seluruh alam”, maka agama Islam menunjukkan perkembangan pesat dari waktu ke waktu dengan sifat dari ajaran yang dimilikinya. Islam menjadikan pemeluknya sebagai manusia beriman dan bertakwa kepada pencipta alam semesta ini, yaitu Allah Swt.

Islam sebagai agama yang lengkap dengan sistem kehidupannya, mulai dari sistem ekonomi, politik, pergaulan, peradilan serta sistem kehidupan lainnya. Sejarah perkembangan Islam, utamanya perkembangan Islam di dunia, akan menambah informasi bagi kita bagaimana Islam dengan segala peraturan di dalamnya menyejahterakan umat manusia. Umat manusia yang dimaksud bukan hanya umat muslim, tetapi seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk beriman kepada Allah Swt. Yang Maha Esa berarti tunggal/satu. Islam juga mengajarkan kepada pemeluknya untuk mengimani Muhammad saw sebagai Nabi akhir zaman dengan mukjizat kitab Al-Quran (kitab yang dijadikan pedoman/pandangan hidup bagi pemeluknya).

Sejarah perkembangan Islam memantapkan kepada pemeluk agama Islam utamanya untuk semakin kokoh dalam memegang keimanan serta meningkatkan ketakwaannya. Keimanan serta ketakwaan bukan termasuk harta warisan dari orang tua atau nenek moyang kita, tetapi keduanya harus dipupuk serta ditingkatkan oleh masing-masing pemeluknya.

Indahnya Memahami Sejarah Perkembangan Islam Dunia

Sejarah perkembangan Islam dunia diawali dari Nabi Muhammad saw yang membawa ajaran Islam di Kota Mekkah. Islam menjadi agama penerang dan penyempurna dari agama-agama sebelumnya. Islam berkembang di Kota Madinah pada  622M hingga akhirnya Muhammad wafat. Meski pembawa agama Islam telah wafat, tetapi perjuangan penyebaran Islam terus dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya.

Sejarah perkembangan Islam menunjukkan mengenai sahabat-sahabat Muhammad saw yang meneruskan penyebaran agama Islam ke seluruh negeri di Arab utamanya dan di luar negeri Arab umumnya. Di antara nama sahabat beliau yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan serta sahabat beliau lainnya yang telah diajarkan Islam secara utuh oleh beliau. Islam tidak hanya dikaji untuk kepentingan pribadi pemeluknya, tetapi juga disebarkan kepada masyarakat.

Setelah Nabi umat muslim yaitu Muhammad saw wafat, para sahabatnya berhasil menaklukkan beberapa negeri (misal Siria, Irak) di Arab sehingga negeri-negeri tersebut dengan rida menjadikan Islam sebagai agama serta peraturan hidup mereka seperti halnya Muhammad saw mencontohkan Islam sebagai agama dan peraturan hidup di Kota Madinah saat itu. Islam semakin tersebar luas dan dikenal di seluruh penjuru negeri Arab dan di luar Arab sesuai sejarah perkembangan Islam hingga kini.

Setelah bertambah luas penyebaran Islam ke penjuru negeri Arab, sejarah perkembangan Islam berlanjut pada 660 M.Ibu kota Kerajaan Arab dipindah ke Damsyik, sedangkan Madinah tetap menjadi pusat pelajaran agama Islam.

Pada abad kesembilan serta kesepuluh Masehi, Islam mengalami kemajuan peradaban serta berbagai usaha kemajuan yang berhasil. Kemajuan tersebut di antaranya ditunjukkan melalui perdagangan, kerajinan, kesenian bangunan, dan beberapa kemajuan di bidang lainnya.

Kemajuan yang dialami Islam yang ditunjukkan melalui sejarah perkembangan Islam memotivasi adanya kemajuan intelektual. Ilmu pengetahuan agama mengalami perkembangan hingga ke Afrika Utara serta Spanyol, di bidang sastra serta pemikiran juga mengalami perkembangan. Islam diiringi kemajuan intelektual serta kemajuan di bidang lainnya menjadikan agama ini berpengaruh kuat di seluruh penjuru negeri di dunia. 

Sejarah perkembangan Islam dunia mencatat kejayaan Islam dengan tinta emas. Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, seni serta bidang lainnya menunjukkan kepada dunia bahwa Islam bukan sekadar agama ritual semata, tetapi Islam agama yang sempurna. Misalnya Ilmu pengetahuan Islam yang lain seperti sejarah serta ilmu bahasa, meluas hingga meliputi sejarah duniawi serta kesusasteraan. Ilmu kedokteran maupun ilmu pasti telah disediakan buku-bukunya dalam perpustakaan berupa terjemahan ataupun aslinya.

Sejarah perkembangan Islam mencatat bahwa penyampai kebenaran ajaran serta aturan Islam tidak terbatas pada sahabat Nabi Muhammad saw semata, tetapi seluruh umat muslim memiliki kewajiban yang sama melakukan hal tersebut. Islam dikenal dan berkembang hingga kini karena disampaikan oleh pemeluknya. Islam tidak untuk disampaikan kepada sesama umat muslim, tetapi juga untuk umat non muslim. Segala keindahan mengenai Islam adalah rahmat bagi seluruh alam dan dapat diterima oleh umat manusia di bumi ini mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang tua.

Jika erus menelusuri sejarah perkembangan Islam hingga ke tanah air, tentu akan menambah semangat kita dalam memeluk agama ini. Islam indah bukan karena banyak pemeluknya, tetapi Islam indah dengan segala peraturan hidup serta keyakinan (aqidah) yang terpancar darinya. Islam tersebar luar serta berkembang karena perjuangan para penyampai kebenaran ajaran maupun aturan di dalamnya.

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

Sejarah perkembangan Islam berlanjut sampai ke tanah air kita, yaitu Indonesia tercinta. Islam masuk ke Indonesia melalui berbagai sarana serta adanya pengaruh dari kontak dagang antarpedagang Indonesia dengan pedagang dari Persia, India (terkenal dengan sebutan pedagang dari Gujarat), Arab, dan Cina.

Para pedagang tersebut tidak hanya berdagang, tetapi juga membawa ajaran Islam ke pedagang Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyampai kebenaran Islam tidak terbatas pada kalangan tertentu seperti ulama ataupun da’i saja, tetapi seluruh umat muslim memiliki kewajiban yang sama dalam penyampaian kebenaran Islam.

Para pedagang dari Persia, Arab, India (Gujarat), dan China memiliki bukti sebagai langkah penyebaran agama Islam di Indonesia. Bukti tersebut juga menjadi catatan penting dalam sejarah perkembangan Islam Indonesia hingga kini. Melalui bukti-bukti tersebut, generasi penerus bangsa juga akan mengetahui perkembangan Islam di tanah air menjadi bagian dari perkembangan Islam dunia.

Adapun bukti-bukti sebagai petunjuk adanya penyebaran Islam para pedagang dari Persia, India (Gujarat), Arab, dan China serta sebagai bagian dari catatan sejarah perkembangan Islam Indonesia, di antaranya sebagai berikut.

Bukti sejarah perkembangan Islam Indonesia melalui para pedagang dari Persia.

  1. Adanya pengaruh aliran “Wihdatul Wujud”.
  2. Adanya pemberian gelar “Syah” bagi raja-raja di Indonesia.
  3. Adanya pengaruh madzab Syi’ah.

Bukti sejarah perkembangan Islam Indonesia melalui para pedagang dari India (Gujarat).

  1. Adanya ukiran batu nisan dengan gaya Gujarat.
  2. Adanya adat istiadat serta budaya India Islam.

Bukti sejarah perkembangan Islam Indonesia melalui para pedagang dari China.

Para pedagang dan angkatan laut China mengenalkan Islam kepada pedagang tanah air di pantai serta pedalaman Jawa dan Sumatera, dengan bukti antara lain sebagai berikut.

  1. Adanya beberapa makam China muslim.
  2. Adanya wali yang dimungkinkan keturunan China.
  3. Adanya Gedung Batu di Semarang (sebagai masjid dengan menggunakan gaya bangunan China).

Bukti sejarah perkembangan Islam Indonesia melalui para pedagang dari Arab.

  1. Menurut al Mas’udi, pada tahun 916 telah berjumpa Komunitas Arab dari Oman, Hidramaut, Basrah, dan Bahrein. Mereka menyebarkan Islam di lingkungannya sekitar Sumatera, Jawa, serta Malaka.
  2. Munculnya nama “kampong Arab” serta tradisi Arab di lingkungan masyarakat yang banyak mengenalkan Islam.

Hal tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah perkembangan Islam Indonesia hingga kini. Umat muslim patut berbangga utamanya di Indonesia karena telah mengenal Islam lebih awal dibanding negara lain yang dimungkinkan belum kenal Islam pada masa berdiri negaranya. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah bagi perkembangan Islam di seluruh penjuru negeri ini.

Selain bukti-bukti di atas mengenai sejarah perkembangan Islam Indonesia, berikut ini beberapa pengaruh adanya perkembangan Islam pada abad pertengahan bagi umat Islam Indonesia.

  • Dalam bidang pemikiran, sejarah perkembangan Islam Indonesia menunjukkan bahwa di Indonesia telah muncul pemahaman dari metode berpikir tradisional menjadi rasional.
  • Dalam bidang tauhid, sejarah perkembangan Islam Indonesia menunjukkan bahwa di lingkungan masyarakat berkembang pendekatan teologi Asy’ariyah.
  • Dalam bidang fiqih, sejarah perkembangan Islam Indonesia menunjukkan bahwa di Indonesia telah muncul mazhab yang sangat besar, yaitu Syafi’I, Maliki, Hambali, dan Hanafi. Mazhab-mazhab tersebut dianut sebagian besar masyarakat Indonesia.

Selintas Sejarah Perkembangan Islam

Sejarah perkembangan Islam telah melewati waktu yang panjang. Sejak bermulanya agama ini di Mekkah, sekitar 600 Masehi hingga abad ke-21 ini, Islam sebagai agama besar dunia telah mengukir sejarahnya sendiri di peradaban dunia. Sejarah perkembangan Islam nyatanya tidak bisa lepas dari Islam itu sendiri. Cerita hingga bagaimana Islam pada akhirnya menjadi sebuah agama yang berdiri tegak hingga sekarang ini.

Panjang? Sudah tentu. Penuh pengorbanan? Juga tentu. Itulah yang menjadi identitas dari sejarah perkembangan Islam yang bisa dikenali. Bahwa untuk menegakkan ajaran Allah memang memerlukan pengorbanan yang tidak gampang dan “murah”.

Allah swt berfirman:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (QS. Ali Imran:110)

1. Jejak Sejarah Perkembangan Islam – Periode Rasulullah (622-632M) dan Khulafah Rasyidin (632-661 M)

Sejarah perkembangan Islam dimulai ketika zaman Rasulullah Saw. Dalam tempo 23 tahun, Nabi Muhammad saw berhasil membangun fondasi kehidupan Islam di Mekkah dan Madinah. Bangsa Arab yang awalnya barbar, bangsa gurun yang tidak diperhitungkan dunia, seketika setelah itu menjadi kekuatan besar yang menaklukkan bangsa-bangsa besar dunia. Waktu yang puluhan tahun itu ternyata dianggap hebat oleh para pakar. Bahwa Nabi Muhammad Saw telah mengawali sejarah perkembangan Islam dengan baik. Dan hingga kini, Islam tetap menjadi sebuah agama yang membanggakan.

Pakar Perancis, Dr. Gustave Le Bone berkata:

“Dalam satu abad, tidak ada bangsa yang dapat mengadakan perubahan yang berarti. Bangsa Perancis memerlukan 1000 tahun baru bisa menjadi masyarakat yang berciri Perancis. Hal ini terjadi pada seluruh bangsa tanpa kecuali, terkecuali umat Islam. Karena Muhammad El-Rasul dapat membuat suatu masyarakat baru dalam kurun waktu satu keturunan (23 tahun) yang tidak dapat ditiru atau dilakukan orang lain.” 

Keberhasilan Nabi Muhammad Saw dalam membawa nama Islam memberikan sebuah “nilai positif” dalam cerita sejarah perkembangan Islam. Bahwa kehebatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw ketika mengembangkan Islam diakui oleh dunia internasional.

2. Jejak Sejarah Perkembangan Islam – Periode Dinasti Umayyah (661-750M)

Cerita tentang sejarah perkembangan Islam pun berlanjut. Selesai dengan cerita membanggakan yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, Islam pun tidak diam. Perjuangan Nabi Muhammad Saw  dilanjutkan oleh para khalifah.

Beberapa Khalifah besar pada periode Bani Umayyah ini ialah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M), Abdul Malik bin Marwan (685-705 M), Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M), Umar bin Abdul Aziz (717-720 M) dan Hasyim bin Abdul Malik (724-743 M).Mereka adalah tokoh-tokoh yang berada di balik cerita sejarah perkembangan Islam di masa lampau. Meskipun sudah sangat lama berlalu, nama mereka tidak akan pernah hilang dari perjalanan panjang Islam di muka bumi.

Ketika itu  wilayah kekuasaan Bani Umayyah ini meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, Pakistan, Purkmenia, Uzbekistan, Kirgistan di Asia Tengah. Tidak hanya kemajuan dalam hal perluasan kekuasaan bangsa Muslim, tetapi juga terjadi kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan.

Sejarah perkembangan Islam nyatanya menyebar hingga ke beberapa negara. Dan di negara itulah Islam akhirnya menyebar hingga akhirnya menimbulkan sejarah-sejarah baru di negara tersebut. Tokoh-tokoh penyebaran agama Islam pun akhirnya banyak bermunculan di negara-negara etrsebut.

Oliver Leaman berkata:
“…Islam di Spanyol mempunyai reputasi ratusan tahun dan menduduki tingkat tertinggi dalam pengetahuan filsafat, sains, teknik, dan matematika. Mirip seperti kedudukan Amerika saat ini, di mana beberapa universitas penting berada di sana.”

Sejarah perkembangan Islam juga mengenai beberapa negara yang ada di Eropa. Seperti pernyataan Oliver Leaman di atas. Bahwa di Spanyol, Islam memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Islam di Spanyol pun pada akhirnya harus berakhir. Sejarah perkembangan Islam di Spanyol berakhir setelah penaklukkan Spanyol oleh Kerajaan Katholik Spanyol Utara berhasil mengalahkan negara-negara muslim yang terletak di Semenanjung Iberia. Perlahan Islam mulai kehilangan nama besarnya.

3. Jejak Sejarah Perkembangan Islam – Periode Dinasti Abbasiyah (750-1258 M)

Pada periode inilah dua pertiga bagian dunia telah dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Tercatat, masa Daulah Abbasiyah ini merupakan masa keemasan Islam, terutama di masa sepuluh khalifah pertama. Sejarah perkembangan Islam pada tahun ini menawarkan cerita yang indah. Dalam sejarah perkembangan Islam, saat itu Baghdad mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat pesat. Kemakmuran masyarakat mencapai puncaknya. Kedudukan para khalifah menjadi sangat kuat, memegang kekuasaan politik dan agama sekaligus.

Pada masa inilah, empat imam mazhab hukum Islam hidup, yaitu Abu Hanifah (700-767 M), Imam Malik (713-795 M), Imam Syafi’i (767-820 M), Imam Ahmad bin Hanbal (780-855 M). Keempat imam mazhab ini memiliki pengaruh yang besar dalam cerita sejarah perkembangan Islam di dunia. Sejarah perkembangan Islam juga mencatat bahwa pusat-pusat peradaban Islam, seperti Baghdad, Damaskus, Cordova, Sevilla, Granada, dan Istanbul, telah menunjukkan peradaban ilmu pengetahuan yang sangat maju di zamannya.

Pusat-pusat peradaban ini telah memberikan kontribusinya untuk era Renaissance di Eropa, awal mula peradaban Barat modern. Beberapa penemuan yang ditawarkan oleh cerita sejarah perkembangan Islam ini secara tidak sadar juga telah memengaruhi berbagai temuan yang ada di dunia barat.

4. Jejak Sejarah Perkembangan Islam – Periode Dinasti Usmaniyah (1299-1923 M)

Sejarah perkembangan Islam dilanjutkan dengan cerita yang datangnya dari Turki. Negara yang menurut letak geografisnya berada di antara dua benua Asia dan Eropa. Sejarah perkembangan Islam di Turki dimulai pada zaman Daulah Usmaniyah. Daulah Usmaniyah dikenal dengan Kekaisaran Turki Ottoman, berkuasa lebih dari enam abad, telah dipimpin oleh 36 orang sultan, hingga akhirnya runtuh dan pecah menjadi negara-negara kecil.

Pada abad ke-19, kesultanan Usmaniyah perlahan terkikis hingga akhirnya runtuh pada 1924. Sejak itu, Turki menjadi negara liberal yang melepas identitas Kesultanan Usmaniyah.

5. Jejak Sejarah Perkembangan Islam – Periode Setelah Turki Usmani

Kini, Islam menjadi agama tanpa institusi kenegaraan yang dapat dianggap memimpin dan memayungi penganutnya. Negara-negara yang berazaskan Islam kini adalah pecahan-pecahan kekhalifahan Islam dan pembagian wilayah dari hasil Perang Dunia II. Semua itu melalui sebuah cerita sejarah, sebuah cerita sejarah perkembangan Islam yang melegenda. Umat Islam kini, walaupun meliputi sepertujuh penduduk dunia, disibukkan oleh penindasan, kebodohan, dan kemiskinan. Baik secara keilmuan, politik, maupun ekonomi. Kondisi ini kebanyakan meliputi benua Asia dan Afrika. Apa yang diperjuangkan para tokoh perjuangan Islam dalam cerita sejarah perkembangan Islam seperti percuma.

Meskipun demikian, geliat penyebaran agama ini menunjukkan keunikan tersendiri. Perlahan-lahan, Islam mulai memasuki dunia Barat yang dahulu memeranginya di Perang Salib. Bukan dengan peperangan, melainkan dengan keterbukaan dan saling pemahaman. Sejarah perkembangan Islam dunia memiliki banyak cerita nestapa. Perilaku tidak manusiawi yang diterima warga AS 11 September 2011 mencoreng nama Islam di mata dunia. Anehnya, setelah peristiwa 11 September, Islam di Amerika tidak kemudian menjadi musuh utama dan meredup, tetapi malah berkembang.

Mengutip sebuah koran yang terbit di AS, menyebutkan bahwa Islam merupakan agama paling cepat perkembangannya di AS. Setiap harinya, ada warga negara Amerika yang menjadi muslim. Demikian pula di Eropa, seperti di Inggris. Sejarah perkembangan Islam di negara ini seolah memiliki “aturan mainnya” sendiri.

Inilah beberapa hal penting dalam sejarah perkembangan Islam, baik di dunia maupun di Indonesia. Semoga umat muslim tidak menjadikan Islam sebagai agama ritual semata, tetapi menjadikannya aturan hidup yang paripurna dalam segala aspek kehidupan sesuai bukti serta pengaruh yang telah ditunjukkan dengan adanya sejarah perkembangan Islam.