Penyanyi 70an – Chrisye Sang Maestro Musik Pop

Ilustrasi penyanyi 70an

Nama Raden Christian Rahadi (Chrisye) mulai melejit pada awal tahun 70an. Mungkin hanya sedikit yang tahu dulu selain penyanyi 70an, ia adalah seorang pemain bass di Guruh Gipsy. Chrisye selalu diidentikan dengan Sting dan Phil Collins. Bahkan seorang kawan pernah tidak bisa membedakan antara lagu Chrisye dan Sting. “Ini Sting atu Chrisye?” ujarnya.

Selama hidupnya Chrisye melahirkan 21 album solo. Ajaibnya, semua lagunya bisa melompati zaman. Itulah kenapa penyanyi 70an ini menjadi salah satu seniman terbaik yang pernah ada di Indonesia.

Chrisye Sang Maestro Pop

Awal karir solonya dimulai pada 1977. Saat itu, Radio Prambors meminta Chrisye untuk menyanyikan lagu Lilin-Lilin Kecil garapan James F. Sundah. Namanya makin dikenal orang sebagai penyanyi solo ketika ia melakukan kolaborasi dengan Eros Djarot dan Jockie Surjoprajogo untuk soundtrack film Badai Pasti Berlalu. Lahirlah sebuah album yang digadang-gadang menjadi album terbaik sepanjang masa Indonesia.

Sebenarnya pada awal karir solonya, Chrisye susah untuk menulis lagu. Oleh karena itu, Chrisye mengajak beberapa orang penulis lagu terkenal untuk membantunya menelurkan album. Penulis lagu seperti Eros Djarot, Deddy Dukkun pernah diajaknya bekerja sama. Ia juga sempat menggandeng penyair Taufik Ismail untuk membuatkannya lirik lagu rohani Ketika kaki dan Tangan Berbicara. Lagu yang terinspirasi dari surat Yassin.

Chrisye memang terkenal suka berbagi panggung. Bahkan ia pun tak segan untuk berada satu panggung dengan musisi junior yang ada di bawahnya. Sebut saja Peterpan, Ungu, Ary Lasso, hingga Sophia Latjuba.

“Saya berusaha melakukan kerja sama dengan para pencipta lagu, juga dengan mereka yang tengah naik daun, sehingga kita tak ketinggalan tren,” ucap Chrisye kepada wartawan Kompas.

Tak Pernah Habis Sampai 3 Dekade

Aksi panggung Chrisye memang tidak energik, ia tidak pandai menari ataupun bergaya. tapi ia tidak pernah membosankan. Pada saat ia menyanyi, semua audience selalu tak bisa lepas dari Chrisye. Tampaknya, suara Chrisye sudah cukup untuk menutupi semua kekakuannya saat di panggung.

Mungkin aksi panggung yang paling mengejutkan adalah pada saat Chrisye menari skankin di panggung ketika bermain dengan band Ska Purpose Tiger Clan. Pada saat itu, Tiger Clan membawakan kembali lagu Anak Sekolah.  

Terlepas dari taktik Chrisye yang selalu berkolaborasi dengan juniornya, namun lagu Chrisye tak henti-hentinya dibawakan kembali oleh penyanyi dan band-band baru pada dekade sekarang. Chrisye telah menjadi legenda sendiri dalam musik Indonesia. Ia telah menjawab bahwa setiap yang ia perbuat merupakan keputusan yang terbaik.

Perkembangan Musisi Tanah Air

Fenomena kemunculan grup penyanyi atau sering disebut boyband, sudah merajalela industri musik tanah air. Tidak kalah dengan grup pria, grup wanita juga banyak bermunculan, yaitu dengan membentuk grup girlband, sehingga band-band yang lain mulai teralihkan perhatiannya oleh kehadiran mereka.

Akan tetapi, apakah dengan bermunculannya musisi baru ke belantika musik Indonesia dapat menjadi tolok ukur bahwa musik Indonesia semakin berkualitas? Bagaimana hal tersebut bisa terjadi, itu kita tanyakan pada diri masing-masing, sebagai penikmat musik.

Persaingan yang terjadi di belantika musik Indonesia semakin ramai dan ketat. Orang-orang yang terjun ke dunia musik semakin banyak. Jenis musik yang sedang eksis pada saat itu apa, langsung digeluti. Hal tersebut mendapat kesan bahwa orang-orang yang bermunculan ke dunia musik hanya ikut-ikutan saja atau hanya sekadar numpang eksis.

Setelah jenis musiknya sudah tidak laku lagi atau hilang di pasaran, maka hilang pula ke eksisannya di dunia musik. Hanya pada saat itu saja munculnya, setelah itu hilang tanpa bekas.

Berbeda dengan musisi yang memang benar-benar mempunyai bakat di dunia musik. Mereka menciptakan sebuah lagu dengan penuh perhitungan, mulai dari pembuatan lirik lagu sampai musiknya. Bukan semata-mata karena ikut-ikutan saja.

Hal tersebut membuat eksistensi musisi tersebut di belantika musik Indonesia bertahan cukup lama dan tetap dikenang oleh masyarakat umum, seperti Chrisye yang selalu dikenang, baik orang maupun karya musiknya. Bandingkan dengan musisi baru yang hanya ikut-ikutan eksis saja, kemunculannya hanya sebentar di belantika musik Indonesia dan hilang begitu saja.

Berdasarkan penjelasan tersebut, kita dapat melihat bagaimana efek dari banyaknya kemunculan musisi baru yang hanya numpang eksis saja. Kualitas musik Indonesia semakin berkurang, baik dari liriknya ataupun musiknya.

Miris sekali melihat belantika musik di Indonesia diramaikan oleh musik-musik yang kurang berkualitas. Selera musik masyarakat Indonesia semakin menurun. Begitu juga banyaknya musisi baru yang membuat lagu dengan lirik yang tidak pantas atau tidak bermoral.

Berbeda jauh sekali dengan lagu-lagu nasional yang berisi motivasi hidup. Tapi, lagu nasional sudah jarang sekali diperdengarkan, bahkan mirisnya lagi, anak-anak zaman sekarang tidak hapal dengan lagu-lagu nasional.

Kecintaan terhadap karya anak bangsa, terutama di belantika musik memang perlu dihargai, tapi hal tersebut dilihat dari segi kualitas musik dan liriknya. Musikalitas yang tinggi sekarang ini harus dibenahi lagi. Kemunculan berbagai macam grup musik yang tidak memperhatikan kualitas musiknya, menurunkan nilai musikalitas tanah air.

Sekarang ini, untuk menaikkan musikalitas band-band tanah air, para musisi sering mendatangkan grup musik dari luar tanah air. Hal tersebut dilakukan sebagai bahan pelajaran para musisi agar selera musik dan pengetahuan tentang musiknya berkembang.

Para grup musik tanah air yang mempunyai nilai musikalitasnya tinggi, selalu terinspirasi oleh grup musik luar. Grup band tanah air yang memang memiliki kualitas musik yang bagus, sejak mereka mengeluarkan album sampai saat ini, lagu-lagunya masih eksis dan masih diingat oleh masyarakat luas.

Musik barat memang sangat berpengaruh dalam perkembangan musik di Indonesia. Sejak dulu musik barat sudah masuk ke belantika musik Indonesia sampai dengan sekarang.

Maraknya musisi lokal yang eksis di belantika musik Indonesia, tidak membuat musisi asing menjadi sepi penggemar. Hal tersebut dapat kita lihat dengan banyaknya penonton yang datang ke acara konser-konser musisi luar.

Musik yang lebih berkualitas dan vokal yang berkualitas juga, menjadikan lagu barat tetap eksis di belantika musik Indonesia. Tidak sedikit musisi luar yang mengadakan konser di Indonesia, hampir setiap bulannya ada musisi asing yang konser di Indonesia.

Mereka mengadakan konser di Indonesia bukan semata-mata mencari eksistensi, tapi memang banyak penggemar mereka yang ada di Indonesia. Para musisi asing dipanggil ke Indonesia karena banyaknya orang yang meminta mereka untuk konser di Indonesia.

Akan tetapi, meskipun musik asing banyak yang masuk ke tanah air, tetap saja harus disaring terlebih dahulu. Apakah musik tersebut sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia.

Musik dari luar juga dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya, masyarakat menjadi memandang sebelah mata terhadap musik tanah air. Selain itu, pengaruh bahasa, pakaian, dan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di Indonesia dari personil grup band tersebut dapat ditiru oleh masyarakat.

Untuk itu, bidang apa pun yang masuk ke Indonesia harus disaring terlebih dahulu oleh masyarakat, jangan sampai menerimanya secara mentah-mentah. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada dampak negatif yang dapat memengaruhi masyarakat Indonesia.

Kita harus tetap mendukung perkembangan musik tanah air. Dengan mengadakan acara-acara penghargaan musik Indonesia membantu para musisi Indonesia untuk terus berkarya, tentu saja dengan karya yang orisinal dan berkualitas.

Acara penghargaan musik tersebut dapat memicu para generasi muda untuk terus berkarya, terutama di bidang musik. Karya-karya musik yang bagus dan berkualitaslah yang akan mendapatkan penghargaan.

Kreasi musik anak bangsa di bidang musik harus terus ditingkatkan dan didukung oleh kita semua masyarakat Indonesia, sehingga kualitas musikalitas mereka bagus dan berkualitas, tidak kalah dengan musisi luar negeri.

Termasuk karya anak bangsa, Chrisye, yang selalu dikenang dan eksistensi lagunya masih terdengar sampai sekarang, bahkan lagu-lagunya banyak diaransemen ulang oleh para musisi muda karena lagu-lagunya sangat bagus.

Para penyanyi 70an memang tidak eksis lagi di zaman sekarang, bahkan beliau sendiri sudah tidak ada. Akan tetapi, eksistensi lagunya tetap bergema di belantika musik Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan kualitas vokal dan lagunya sangat berkualitas, sehingga meninggalkan kesan tersendiri bagi para penikmat musik pop. Itulah salah satu ciri musisi yang mempunyai kualitas tinggi, karyanya tidak akan pernah hilang.

Demikian sedikit ulasan mengenai musik tanah air, terutama penyanyi 70an Chrisye. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan memberikan wawasan kepada kita mengenai industri musik tanah air.