Seluk Beluk Surat Keterangan Kelakuan Baik/ SKCK

Seseorang yang hendak bekerja, pastinya tidak bisa tidak, membutuhkan berbagai ‘pengantar’ dalam melamar pekerjaan. Mulai dari ijazah, hingga surat keterangan kelakuan baik (SKKB) yang sekarang disebut sebagai Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Sebenarnya bagaimana cara mengurus SKCK dan bagaimana proses penerbitan surat penting ini?

Fungsi SKCK dan Sedikit Humor Tentangnya

SKCK secara ringkas merupakan surat yang dikeluarkan oleh kepolisian yang isinya berupa catatan kejahatan seseorang. Meskipun maknanya demikian, kita tidak perlu ‘panik’ karena dalam SKCK kita akan mudah menemui kalimat “yang bersangkutan tidak tercatat terlibat dalam perkara pidana maupun pelanggaran hukum lainnya”. Inilah yang disebut dengan catatan kejahatan seseorang tersebut. Alias catatan kejahatan yang nihil.

Lalu, sebenarnya untuk apa seseorang mengurus SKCK? Biasanya ketika seseorang ingin mendaftar dalam CPNS atau ke perusahaan swasta, ada syarat yang diminta, yaitu melampirkan surat bukti ia tidak terlibat kejahatan apa pun, yang dibuktikan dari SKCK tadi. Selain itu, SKCK juga dibutuhkan ketika seseorang hendak berpindah tempat tinggal ke provinsi berbeda, misalnya bagi mereka yang ingin melanjutkan sekolah dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya.

Masa berlaku SKCK adalah enam bulan. Artinya, seseorang yang melampirkan bukti SKCK yang usianya sudah tujuh bulan, berarti ia melampirkan SKCK yang sudah kadaluwarsa.

Tentang pentingnya SKCK ini, ada sebuah kisah humor yang menggelitik. Diceritakan, suatu ketika Jimmy digelandang polisi karena terbukti mencuri sepotong tempe dari nenek-nenek penjual yang sudah sangat renta dan tak bisa apa-apa.

Salah satu polisi berkata, “Apa kamu tidak punya perasaan? Mencuri satu tempe dari nenek-nenek yang sudah uzur!”

Jimmy menjawab, “Saya terpaksa, Pak ..”

Pak polisi yang melihat wajah Jimmy yang pucat, iba dan bertanya, “Terpaksa? Mengapa? Apa kamu tidak memiliki uang untuk makan?”

“Tidak, Pak. Dari kemarin, saya berusaha mencari kantor polisi. Bertanya kepada banyak orang tidak ada yang tahu. Daripada bingung dan tidak bertemu, lebih baik saya mencuri tempe dari nenek-nenek tadi. Untunglah, setelah perjuangan keras, saya bisa di kantor polisi juga.”

“Sebenarnya mau apa kamu ke kantor polisi? Barangmu hilang?”

Jimmy menjawab, “Ingin membuat SKKB, Pak.”

Humor satir Jimmy ini menunjukkan betapa sakralnya SKKB atau yang sekarang disebut SKCK ini, sampai-sampai pemuda sepertinya rela mencuri hanya demi ‘mendapatkannya’.

Persyaratan SKCK

Nah, sebenarnya apa saja yang dibutuhkan seseorang untuk mengurus SKCK? Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No.Pol : Skep/816/IX/2003  yang dikeluarkan pada 17 September 2003, persyaratan SKCK dibagi menjadi dua kategori, yaitu persyaratan untuk (1) mengurus SKCK baru dan (2) mengurus perpanjangan SKCK.

Mengurus SKCK Baru

  1. Membawa Surat Pengantar RT yang disahkan lurah dan Camat tentang domilisi pemohon (1 lembar).
  2. Membawa fotokopi KTP (2 lembar) dan KK (Kartu Keluarga, 2 lembar) atau SIM (Surat Izin Mengemudi) yang alamatnya sesuai dengan domilisi yang tertera dalam surat pengantar pada syarat nomor 1.
  3. Membawa fotokopi Akta Kelahiran (1 lembar).
  4. Melampirkan foto warna dengan ukuran 4 x 6 dengan jumlah enam lembar. Yang berupa foto tampak depan dan bagian telinga harus terlihat. Khusus untuk pemohon SKCK yang mengenakan jilbab, pas fotonya harus memperlihatkan wajah. Tidak diperkenankan bagi perempuan untuk mengenakan cadar dalam foto. Enam lembar foto itu sendiri digunakan untuk: 1 lembar untuk SKCK, satu lembar untuk arsip, satu untuk diberikan pada buku agenda, satu untuk kartu TIK, dan 2 lembar untuk digunakan pada formulir sidik jari.
  5. Mengisi formulir yang sudah disediakan oleh petugas.
  6. Menjalani pengambilan sidik jari yang dilakukan oleh petugas kepolisian.

Mengurus Perpanjangan SKCK

Seperti yang sudah disebutkan di muka, ketika enam bulan berlalu sejak penerbitan SKCK pertama, seseorang harus mengurus perpanjangan SKCK. Adapun syarat-syaratnya adalah sebagai berikut.

  1. Membawa Surat Pengantar RT yang disahkan lurah dan Camat tentang domilisi pemohon.
  2. Membawa fotokopi KTP dan KK (Kartu Keluarga) atau SIM (Surat Izin Mengemudi) yang alamatnya sesuai dengan domilisi yang tertera dalam surat pengantar pada syarat nomor 1.
  3. Membawa foto kopi Akta Kelahiran (1 lembar).
  4. Membawa foto kopi SKCK lama.
  5. Melampirkan foto warna dengan ukuran 4 x 6 dengan jumlah enam lembar. Yang berupa foto tampak depan dan terlihat kedua daun telinga. Perempuan berjilbab harus menampilkan foto yang menampakkan muka.

Khusus untuk mereka yang ingin mendaftar pada TNI/POLRI, syarat-syarat permohonan SKCK baru ditambah dengan fotokopi KTP kedua orang tua (2 lembar).

Biaya Mengurus SKCK

Pada awalnya, pembuatan SKCK tidak dikenai biaya apa pun. Hal ini berlaku sebelum munculnya Peraturan Pemerintah RI nomor 50 Tahun 2010. Peraturan Pemerintah tersebut mengatur seputar tarif penerimaan bukan pajak yang diterapkan pada instansi kepolisian, termasuk di dalamnya SKCK. Praktis sejak saat itu, kepolisian berhak untuk memungut tarif sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan, berdasarkan aturan, tarif SKCK yang dikeluarkan adalah:

1. Untuk sidik jari sebesar Rp35.000,00

2.Uuntuk administrasi sebesar Rp10.000,00

Penerbitan SKCK

Kita sudah melalui tahap mengurus SKCK. Lalu, bagaimana dengan penerbitan surat ini? Prosesnya sebenarnya cukup cepat.

  1. Pemohon SKCK membawa semua berkas yang dibutuhkan untuk kelengkapan administrasi. Berkas-berkas ini sudah dibahas pada bagian sebelumnya.
  2. Berkas-berkas tersebut diajukan kepada petugas pelayanan SKCK. Kemudian, berkas-berkas ini diteliti.
  3. Setelah dipastikan bahwa berkas lengkap, barulah penerbitan SKCK diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Andai pada tahap ini ditemukan berkas yang kurang lengkap, berkas akan dikembalikan kepada pemohon agar dilengkapi, untuk kemudian diajukan lagi.
  4. Petugas yang melayani jasa SKCK akan bekerja sama dengan instansi terkait dalam proses penerbitan SKCK ini, termasuk dengan kepolisian tingkat bawah. Yang perlu diperhatikan, SKCK yang diterbitkan oleh Polres harus mendapatkan rekomendasi dari Polsek, sedangkan SKCK yang diterbitkan oleh Polda harus pula mendapatkan rekomendasi dari Polres (satuan di bawahnya).

Contoh SKCK atau SKKB

Berikut ini dilampirkan salah satu contoh SKCK dengan keterangan yang menyatakan seseorang tidak terlibat dalam perbuatan criminal saat pembuatan surat tersebut.

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

RESOR SLEMAN

Jl. Miriam Jelita No. 45 Sleman

 

SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN

No. Pol: SKCK/3978/g/2012/INTELKAM

 

1. KEPOLISIAN RESOR SLEMAN dengan ini menyatakan bahwa

Nama                                     : JULIAN SASTROWARNO

Tempat dan Tgl. Lahir              : Sleman, 15 Juni 1987

Suku/Bangsa                           : INDONESIA

Agama                                    : ISLAM

Pekerjaan                                : —

Alamat Sekarang                      : Jl. Pohon Ringin, RT 04/10 Ds. Sembuh Lor Sidoagung Kec. Godean Kab. Sleman

No. Kartu Tanda Penduduk: 3006145674689

Rumus Sidik Jari : —-

 

Setelah diadakan penelitian hingga saat dikeluarkan surat keterangan ini yang didasarkan kepada:

a. Catatan Kriminal yang ada

b. SK dari Kepala Desa/Lurah

c. Daftar pelaku/ anggota organisasi dan atau gerakan terlarang

 

maka yang bersangkutan tidak tercatat terlibat dalam perkara pidana maupun pelanggaran hukum lainnya.

 

2. SK ini diberikan untuk keperluan: Persyaratan Melamar Pekerjaan

3. Berlaku dari tanggal: 05 Juni 2012

Sampai dengan: 05 September 2012

4. Demikian SK ini dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan seperlunya.

 

 

Dikeluarkan di: Sleman

Pada Tanggal: 05 Juni 2012

 

 

A.n. KEPALA KEPOLISIAN RESOR SLEMAN

KEPALA SATUAN INTELKAM

AJUN KOMISARIS POLISI NRP 6454343

 

CATATAN:

Tidak berlaku apabila yang bersangkutan ternyata sedang dalam proses perkara pidana.