Serunya Cerita Komik Movie Naruto

Movie naruto merupakan sebuah kisah cerita ninja yang berasal dari Jepang, yang awalnya dibuat dalam cerita komik kemudian diangkat ke layar lebar. Movie naruto berbeda dengan film kartun narutoseri yang ditayangkan berseri di televisi swasta Indonesia.

Ide yang membuat agar cerita komik dibuat dalam film layar lebar seperti movie kartun naruto tidak semata berasal dari orang yang membuat cerita, namun justru berasal dari para pembaca yang setia membaca cerita komiknya. Ide dari cerita komik diangkat kedalam sebuah film untuk kisah cerita naruto bukanlah yang pertama kali.

Sudah ada stasiun televisi yang mengangkat cerita komik kedalam sebuah film, walaupun jenis filmnya adalah film berseri. Itu pun tetap dibuat di Jepang dan dibeli oleh stasiun tv swasta Indonesia agar mendapatkan hak untuk menyiarkannya di Indonesia dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Perkembangan film naruto hingga saat ini cukup pesat, ini disebabkan inspirasi yang diberikan oleh para pembaca komik yang memiliki ide untuk mengangkatnya kedalam filmĀ  layar lebar. Film naruto yang diangkat kedalam layar lebar ini tentunya berbeda jauh dengan flm seri yang sering ditayangkan di televisi.

Agar mendapatkan antusiasme yang lebih besar dari seluruh masyarakat khususnya yang belum mengerti cerita tentang naruto, maka penggrap film layar lebar naruto menerapkannya pada dua pilihan membuat film layar lebar. Yakni dengan gambar animasi tiga dimensi, atau membuat film layar lebar naruto dengan pemeran film asli manusia yang berasal dari artis-artis lokal dan jika diperlukan dengan artis luar negeri.

Film layar lebar naruto tersebut memang membutuhkan biaya yang sangat besar dengan menggunakan animasi atau pun artis langsung keduanya membutuhkan biaya. Oleh karena itu para sutradara film umumnya banyak mencari sponsor sekaligus investor yang ingin membiayai film tersebut, dimana keuntungan untuk investor tersebut adalah bagi hasil dari filmnya yang laku di pasaran.

Saat ini memang belum tersedia film naruto di layar lebar dengan bahasa Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang akan ada film layar lebar naruto berbahasa Indonesia. Besarnya pemasukan yang didapat dari hasil penjualan film yang dijual dipasar tidak mengandalkan dari penjualan tiket bioskop semata, namun juga pemasukan dapat diambil dari hasil penjualan DVD dari film layar lebar tersebut.

Walaupun pembeli DVD film naruto yang diangkat ke layar lebar mungkin tidak sebanyak penonton bioskop, tetapi bagi penggemar naruto yang ingin mengoleksi filmnya serta penonton film yang tidak sempat menyaksikannya langsung ke bioskop cenderung akan memburu filmnya. Sehingga sudah jelas didapatkan pangsa pasar yang pasti akan membeli adalah para penggemar komik manga, serta para penggemar film.

Sebagai masyarakat Indonesia kita berharap akan segera ada tayangan film layar lebar naruto yang dapat disaksikan oleh para penggemar cerita manga di Indonesia dan para penggemar film yang sangat gemar mengomentari film-film baru yang beredar. Saat ini sebagai masyarakat yang bijaksana, kita harus menikmati kisah cerita naruto melalui komik terlebih dulu.

Ini dikarenakan walaupun hanya sebuah cerita bergambar di sebuah kertas, tetapi akan membuat daya imaginasi para pembacanya melayang tinggi dan diharapkan mampu menghasilkan sebuah kreasi. Saat ini anak bangsa Indonesia bukan tidak mampu menghasilkan kreasi, ada yang sudah mendapatkan proyek dan dipercaya oleh perusahaan komik Jepang untuk mendesain tokoh karekter film animasi Jepang. Walaupun memang belum sepenuhnya hak cipta milik Indonesia, namun kita patut berbangga hati bahwa Indonesia pun memiliki cukup banyak pemuda berbakat dan kreatif yang dapat dipercaya Negara lain untuk membuat sebuah tokoh cerita dalam komik.

Hingga saat ini di Indonesia belum tersedia film naruto yang ditayangkan di layar lebar, tetapi sebagai penggemar film dapat membayangkan apabila sampai ada film tersebut akan berbentuk seperti movie Avatar 3D bila menggunakan gabungan artis lokal dan mancanegara, serta gabungan dengan teknologi animasi. Film avatar pun awalnya beredar dari sebuah komik tentang seorang anak muda yang memiliki kekuatan mengendalikan elemen air.

Selain Avatar ada pula cerita komik yang diangkat kedalam film seri hingga kedalam film layar lebar seperti Petualangan Nobita dan Doraemon di kerajaan pelangi, dan masih banyak lagi komik lainnya yang sudah diangkat kedalam film seri namun sedang dalam proses penggarapannya kedalam layar lebar. Tentunya proses penggarapan tersebut berdasarkan pertimbangan dari segi biaya, prospek pasar dan antusiasme penontonnya.

Apabila jenis film yang diambil dari komik manga seperti naruto yang kemudian diangkat kedalam film layar lebar menjadi movie naruto di edarkan terlebih dulu ke pasar di Indonesia, tentunya akan berbeda responnya dengan Negara lain. Indonesia sangat responsive terhadap produk baru mulai dari teknologi , fashion hingga film.

Tidak heran bila ada yang mengatakan sebagian masyarakat Indonesia memiliki sifat yang konsumtif hampir dalam segala bidang. Namun sayangnya pasar Indonesia mendapatkan kesempatan diedarkannya produk dari luar negeri hingga film sekalipun ketika di negara lain sudah kurang diminati bahkan responnya sudah sangat kurang, maka kesempatan untuk di edarkan di Indonesia pun akan diberikan.

Sehingga dapat dikatakan segala produk yang di edarkan di Indonesia dari Negara lain tidak sepenuhnya produk baru yang masih trend. Adakalanya produknya sudah bekas pakai negara tersebut sebagai contoh adalah gerbong kereta api commuter line yang akan digunakan di Indonesia adalah bekas penggunaan di Negara Jepang.

Akan banyak dimasa datang generasi penerus yang dapat membuat perubahan pola pembangunan Negara, salah satunya seperti mengimport gerbong bekas penggunaan Negara Jepang tersebut. Indonesia sebenarnya kaya akan kekayaan alam namun masih minim yang mampu mengelola dan memberdayakan kekayaan alam tersebut.

Banyak tenaga ahli untuk mengelola kekayaan tersebut yang didatangkan dari negara lain, padahal Indonesia sempat mampu mendatangkan mahasiswa maupun mahasiswi dari Negara lain untuk bersekolah di Indonesia. Dahulu memang berbeda dengan sekarang, tetapi di beberapa kampus negeri masih ditemukan beberapa mahasiswa dan mahasiswi asing yang bersekolah Indonesia, namun tidak sebanyak dulu secara jumlahnya. Indonesia saat ini lebih bangga bila dapat bersekolah ke luar negeri dibandingkan di negaranya sendiri.

Semoga dengan adanya movie naruto yang diedarkan di Indonesia dimasa yang akan datang, akan membawa pengaruh besar bagi kreatifitas anak-anak bangsa agar dapat menghasilkan kreatifitas yang dapat dijadikan kebanggan bangsa. Selain dapat disimpulkan bahwa kemungkinan besar larisnya movie naruto dibandigkan dengan cerita komiknya akan didapatkan bila mau mengedarkan movie naruto nantinya di pasar Indonesia terlebih dulu.

Oleh karena itu agar cepat movie naruto beredar di Indonesia. Para penggemar cerita komik naruto dapat melakukan tindakan dengan mengoleksi berbagai cerita komik naruto khususnya secara fisik, agar dapat menggugah Jepang melirik pasar Indonesia ketika melihat penjualan komik naruto yang laris.